HIKMAH DALAM AL-QUR’AN (KAJIAN SEMANTIK TOSHIHIKO IZUTSU)

Penulis

  • Muhammad Lutfi Nur Penulis
  • Abd. Haris Nasution Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah Kolaka Penulis
  • Mukmin Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah Kolaka Penulis

Kata Kunci:

Hikmah, Semantik, Toshihiko Izutsu

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami kata hikmah dalam al-Qur’an, yang memiliki berbagai makna seperti kebijaksanaan, pemahaman agama, kenabian, serta kemampuan menempatkan sesuatu pada tempatnya. Pergeseran makna hikmah dari masa ke masa menunjukkan kekayaan konsep yang tidak bisa dilepaskan dari konteks linguistik, sosial, dan religius. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini merumuskan masalah mengenai bagaimana analisis semantik Toshihiko Izutsu dapat menjelaskan makna dasar dan makna relasional kata hikmah dalam al-Qur’an. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap struktur konseptual kata hikmah serta kontribusinya dalam membentuk pandangan dunia (weltanschauung) Qur’ani.

Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data penelitian diperoleh melalui dokumentasi, yaitu menelaah kitab tafsir, kamus bahasa Arab, serta literatur semantik yang relevan. Analisis data dilakukan dengan pendekatan semantik Toshihiko Izutsu, yang meliputi telaah makna dasar (basic meaning), makna relasional (relational meaning), serta analisis sintagmatik dan paradigmatik. Untuk memastikan keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber dengan membandingkan hasil kajian dari berbagai literatur tafsir klasik dan kontemporer.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata hikmah dalam al-Qur’an muncul sebanyak 20 kali dalam 12 surah dan 19 ayat, dengan makna yang beragam. Analisis semantik Izutsu mengungkap bahwa hikmah tidak sekadar berarti kebijaksanaan, melainkan juga mencakup aspek ilmu, keadilan, moralitas, dan petunjuk hidup yang selaras dengan ajaran Islam. Makna dasar hikmah merujuk pada kebijaksanaan dan pengetahuan, sedangkan makna relasionalnya berkaitan erat dengan konsep kenabian, syariat, dan nilai moral Qur’ani. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa hikmah merupakan konsep integral yang berperan penting dalam membangun struktur pemikiran Islam, serta memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan studi tafsir dan semantik al-Qur’an

Referensi

Abdurrohman, R., dkk. (2023). Memahami makna semantik lafaz nasihat dan wasiat dalam Al-Qur’an: Pendekatan teori Toshihiko Izutsu. Jurnal of Arabic Studies, 4(2)

Akhmad Muzakki. (2015). Stilistika Al-Qur’an (Cet. I). Malang: UIN Maliki Press.

Al-Jarim, A., & Amin, M. (1994). al-Balāghah al-Wāḍiḥah (terjemah Mujiyo Nurkholis, dkk). Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Al-Maliki Al-Hasani, M. bin A. (n.d.). Al-Qawaid al-Asasiyah fii Ulum Al-Qur’an: Kaidah-kaidah dasar dalam ilmu al-Qur’an (Cet. I). Surabaya: Hai’ah Ash Shofwah Al Malikiyyah.

Al-Qurṭubī, A. A. M. ibn A. al-Anṣārī. (2008). Tafsir al-Qurṭubī: Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an (Jilid I & II). Jakarta: Pustaka Azzam.

Azizah, A. U., & Mundzir, M. (2022). Perkembangan term jihad dalam Al-Qur’an (Aplikasi pendekatan semantik Toshihiko Izutsu). Jurnal Studi Al-Qur’an dan Tafsir, 6(1), 146.

Djamaluddin, B., & Nurlailah. (2023). Problematika penerjemahan teks bahasa Arab ke bahasa Indonesia: Studi kasus alih bahasa Alqur’an Departemen Agama 1976. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, 5(2), 242–243.

Ernawati, dkk. (2024). Al-Hikmah dalam Al-Qur’an. Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 4(1), 1.

Fatimah, S. (2020). Al-Qur’an dan semantik Toshihiko Izutsu. Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, 3(2), 114.

Imaduddin, M. (2023). Makna kata Yad (يد) dalam Al-Qur’an (Analisis semantik Toshihiko Izutsu) [Skripsi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta].

Indra. (2022). Fitnah dalam perspektif Al-Zamakhsyari (Studi atas pendekatan semantik Toshihiko Izutsu) [Skripsi, Institut PTIQ].

Izutsu, T. (2003). God and man in the Koran: Semantics of the koranic weltanschauung (terjemah Agus Fahri Husein, Cet. II). Yogyakarta: Tiara Wacana.

Montgomery, J. E. (2006). Puisi dan kearifan Arab pada masa pra-Islam. Cambridge: Cambridge University Press.

Nasution, E. R., dkk. (2025). Kajian kritis ad-dakhil dari jalur linguistik. Jurnal Perspektif Agama dan Identitas, 10(6), 153.

Nasution, S., & Akmir. (2025). Ῑmra'ạh dalam Al-Qur’an: Analisis semantik Toshihiko Izutsu. Jurnal Ushuluddin Adab dan Dakwah (JUAD), 8(1), 77.

Rafiq, A. (2021). Bidang semantik Ḥikmah dalam al-Qur’an. Journal of Qur’anic Studies, 23(2), 45–47.

Rahmani, D. A., & Alwizar. (2024). I’jazul Qur’an (Mukjizat Al-Qur’an). Jurnal Ilmu-Ilmu Al-Qur’an, 5(2), 799.

Robiansyah, K. R. (2019). Tadabbur dalam al-Qur’an (Perspektif Semantik Toshihiko Izutsu) [Skripsi, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta].

Sahidah, A. (2025). Semantik dan Ma’anil Qur’an perspektif Toshihiko Izutsu tentang relasi Tuhan, manusia, dan alam (Cet. I). Yogyakarta: IRCiSoD.

Shihab, M. Q. (2005). Tafsir Al-Mishbah (Jilid XI). Tangerang: Lentera Hati.

Syahfrizal, D., dkk. (2024). Mukjizat Rasulullah berupa Al-Qur’an (Studi Ijaz Al– Qur’an). Jurnal Budi Pekerti Agama Islam, 2(5), 81–86.

Tika Fitriyah, & Nurul Hidayah. (2020). Bahasa Arab dan kemukjizatan bahasa al-Qur’an. Jurnal Pendidikan, Bahasa Arab, dan Kajian Linguistik Arab, 3(1), 9.

Yusuf, S. M. K. R. (2021). Luqman Al-Hakim Wa Hikamuhu (Terjemah Nahbani Idris, Cet. I). Cipinang Muara Raya: Pustaka Al-Kautsar.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-05