KONSEP SYIRIK DALAM AL-QUR’AN STUDI KOMPARATIF TAFSIR AL-MISHBAH DAN TAFSIR AL-AZHAR

Penulis

  • Ahmad Rizaldi Penulis
  • Askahar Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah Kolaka Penulis
  • Nurfadhilah Syam Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah Kolaka Penulis

Kata Kunci:

Syirik, Tafsir Al-Azhar, Tafsir Al-Mishbah

Abstrak

Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia, budaya merupakan suatu pola perilaku, kepercayaan, nilai, institusi, dan kesenian yang diwariskan dari generasi sebelumnya ke generasi selanjutnya yang berkembang dalam masyarakat. Dalam hal ini negara indonesia merupakan negara yang kaya dengan budaya dan tradisinya namun tanpa masyarakat sadari hal tersebut tidak sesuai dengan aturan dan prinsip dalam Al-Qur‟an.

Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Bagaimana konsep syirik dalam Al-Qur‟an, Bagaiamana Penafsiran surah An-Nisa: 4 (48) studi komparatfi tafsir Al- Mishbah dan tafsir Al-Azhar. Tujuan penelitian ini yaitu Untuk mengetahui dan memahami bagaimana konsep syirik dalam Al-Qur‟an, Untuk mengetahui dan memahami bagaimana Penafsiran surah An-Nisa: 4 (48) studi komparatif tafsir Al- Mishbah dan tafsir Al-Azhar.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (Library Research). Data primer dalam penelitian ini Al-Qur‟an dan kitab tafsir Al-Azhar dan Al-Mishbah, data sekunder dalam penelitian ini yaitu berupa webside publikasi, artikel jurnal, atau catatan internal. Pengujian keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber data dan triangulasi waktu.

Hasil dari penelitian ini bahwa Konsep syirik dalam Al-Qur'an merupakan salah satu hal krusial yang menekankan pentingnya tauhid (keesaan Allah) dan melarang segala bentuk penyekutuan Allah dengan makhluk lain. penafsiran Buya Hamka dalam tafsir Al-Azhar bahwa inti dari Ad-Din, agama, yaitu mengakui keberadaan Tuhan dan hanya ada satu Tuhan. penafsiran M. Quraish Shihab dalam tafsir Al-Mishbah bahwa Mempersekutukan Allah adalah pengkhianatan terbesar dibidang akidah. Kedua tafsir sama-sama menjelaskan bahwa syirik mempersekutukan Allah dan itu adalah dosa besar. Perbedaan kedua tafsir, tafsir Al-Azhar menggunakan bahasa tradisional, cenderung memaparkan hadis sebagai pendukung sedangkan tafsir Al-Mishbah menggunakan bahasa modern, cenderung memaparkan ayat Al-Qur‟an sebagai pendukung.

Referensi

Al-Khumayyis Muhammad Bin Abdurrahman,2016, Pernyataan Syirik dan Berarti, Terj. Abdullah Haidir, Riyadh.

Asshobuni Muhammad Alii, 2019,, Attibayan Fii Ulumil Qur’an, Cet. I; Jakarta.

Andika Saputra, Akmir, dan Nurfadhilah Syam, 2025, “Konsep Waktu dalam Al-Qur’an (Studi Kitab Tafsir Ibnu Katsir),” Jurnal Ushuluddin Adab dan Dakwah (JUAD), Vol. 8, No. 1.

Ajahari, 2018, Ulumul Qur’an ,Cet. I; Yogyakarta: Aswaja Pressindo.

Halim Muhammad Suwandi, dkk.,2024,“Kaidah Amr dan Nahy dalam Al-Qur‟an (Sebuah kajian Qawaid Tafsir)”, Jurnal Of Quran and hadith Studies, Vol. 3, No. 1.

Kementerian Agama, 2021, Waqaf dan Ibtida’ Qur’an Suara Agung, Cet. 14, Jakarta: PT. Suara Agung.

Karlina, dkk.,2024 “Syirik dalam Al-Qur‟an (Studi pada tafsir An-Nur, Karya M. Hasbi Ash Shiddieqy)”, Jurnal Al-Wajid, Vol. 5, No. 1.

Shihab M. Quraish, 2002, Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan dan keserasian Al-Qur‟an, Cet: I; Jakarta: Lentera Hati.

Suyanto, dkk., 2020, Aqidah, Surakarta: ITS PKU Muhammadiyah Surakarta.

Syahza Almasdi,2021, Metodologi Penelitian, Pekanbaru: Unri Press.

Sugiyono, 2019, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, Cet. 23: Bandung; Alfabeta.

Yasir Muhammad dan Ade Jamaruddin,2016, “Studi Al-Qur’an”, Cet. I; Pekanbaru: Asa Riau.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-14