RENDAHNYA PENGGUNAAN QRIS DALAM TRANSAKSI KEUANGAN DIGITAL DI DESA MATABUNDU
Abstrak
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam sistem transaksi keuangan, salah satunya melalui penerapan QR Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai instrumen pembayaran non-tunai. QRIS dirancang oleh Bank Indonesia untuk menyatukan berbagai platform pembayaran digital, dengan tujuan meningkatkan efisiensi transaksi serta memperluas inklusi keuangan. Namun, implementasi QRIS di pedesaan, termasuk Desa Matabundu di Sulawesi Tenggara, masih menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menggali faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya penggunaan QRIS di desa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital, serta kebiasaan masyarakat yang masih bergantung pada uang tunai menjadi kendala utama. Selain itu, persepsi terhadap keamanan dan manfaat QRIS yang belum optimal turut memengaruhi rendahnya adopsi. Meski demikian, peluang peningkatan penggunaan QRIS tetap ada dengan dukungan edukasi, sosialisasi, serta perbaikan infrastruktur yang sesuai dengan karakteristik masyarakat pedesaan.
Referensi
Alfian Lutfi, Annisa Ayu Handayani, Balqis Naura Izzati, Khoirunnisa Khoirunnisa, Lutvie Novita Zalwa, and Welsi Damayanti. “Penggunaan Sistem Pembayaran QRIS Dalam Praktik Pengelolaan Keuangan Mahasiswa Perantauan.” Maeswara : Jurnal Riset Ilmu Manajemen Dan Kewirausahaan 3, no. 3 (2025): 79–96. https://doi.org/10.61132/maeswara.v3i3.1798.
Alifia, Nadhifa, Erwin Permana, and Harnovinsah Harnovinsah. “Analisis Penggunaan QRIS Terhadap Peningkatan Pendapatan UMKM.” Jurnal Riset Pendidikan Ekonomi 9, no. 1 (2024): 102–15. https://doi.org/10.21067/jrpe.v9i1.9940.
Asiati, D. (2022). Manajemen UMKM Berbasis Digital. Jakarta: Obor.
Daeli, Arianto Saputra, Hendi Gunawan, Jeksen Jeksen, and Michael Fernando. “Peluang Dan Tantangan UMKM Dalam Pemanfaatan QRIS.” Jurnal Ilmiah Raflesia Akuntansi 11, no. 1 (2025): 126–31. https://doi.org/10.53494/jira.v11i1.836.
Fauziah, Anjani Akmal, Alfien Aulia Aziz, Heri Setiawan, and others. “Sosialisasi Pengenalan QRIS Dalam Transformasi Sistem Transaksi Guna Memudahkan Ekonomi Masyarakat Desa Cipedes.” Proceedings Uin Sunan Gunung Djati Bandung 5, no. 3 (2024): 1–14.
Hasmawati, Hasmawati, Septina Louisa Siahaya, and Chrestiana Aponno. “Pengaruh Penggunaan QRIS Dalam Meningkatkan Efektifitas Dan Efiisiensi UMKM Di Kota Ambon.” Journal of Applied Accounting 4, no. 1 (2025): 33–38. https://doi.org/10.52158/jaa.v4i1.1211.
Herdinata, C., & Pranatasari, F. D. (2020). Buku Literasi Keuangan Berbasis Fintech Bagi UMKM. Yogyakarta: Deepublish.
Hidayat, A. (2022). Pemberdayaan UMKM Melalui Literasi Digital. Bandung: Pustaka Peradaban.
Indonesia, Bank. “Inklusi Keuangan Indonesia.” Financial Inclusion Insight, 2020, 1.
Jurnal, Jimea, Ilmiah Mea, Tantangan Perkembangan, and Teknologi Melalui. “JIMEA | Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, Dan Akuntansi) TANTANGAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI MELALUI METODE PEMBAYARAN QRIS BAGI UMKM DAN KONSUMEN” 9, no. 1 (2025): 1522–39.
Lestari. (2021). Kewirausahaan Digital. Jakarta: Rajawali Pers.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis. Thousand Oaks: Sage Publications.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mulyono. (2019). ICT untuk Pembangunan Desa. Jakarta: LP3ES.
Mustika Rahmi. (2021). Fintech untuk Inklusi Keuangan. Jakarta: UI Press.
Nico Alfiandi, Tri Inda Fadhila Rahma, and Nurul Inayah. “Pengaruh Pengetahuan Dan Kemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standart (QRIS) Terhadap Penggunaan E-Wallet Dikalangan Mahasiswa FEBI UIN Sumatera Utara.” Rubinstein 2, no. 2 (2024): 84–93. https://doi.org/10.31253/rubin.v2i2.2821.
Nofa Safitri, dkk. (2022). Efektifitas Fintech pada UMKM. Malang: Pustaka Peradaban.
Nursansiwi, dkk. (2023). Fintech dan Laporan Keuangan: Kunci Sukses UMKM di Era Digital. Jakarta: Media Penerbit Indonesia.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2020). Literasi dan Inklusi Keuangan Indonesia. Jakarta: OJK.
Prihatni, R. (2022). Analisis Literasi Keuangan dan Inklusi Keuangan di Indonesia. Jakarta: Prenadamedia Group.
Purnomo, B. R., dkk. (2021). Manajemen di Era Digital: Perspektif Keuangan-Inovasi dan UMKM. Yogyakarta: UGM Press.
Rahmawati, Silvia, and Mufti Arief Arfiansyah. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Penggunaan QRIS Pada UMKM Kota Surakarta.” Mbia 22, no. 3 (2024): 435–49. https://doi.org/10.33557/mbia.v22i3.2663.
Rafs, A., dkk. (2022). Persepsi dan Intensi Pelaku UMKM terhadap QRIS. Transekonomika, 2(3), 1–12.
Risma Nur Kholifah1, Dr Rini Puji Astuti S.Kom., M.Si2, Moh Lukman3, Nurholis Mudioretno4, Fitratul Amaliyah5. “Template_Jebd+Jurnal+Kebanksentralan+Kel+5.” Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Digital 01, no. 04 (2024): 710–13.
Sartika, I. (2021). Digitalisasi UMKM: Jalan Menuju Kesuksesan. Jakarta: Deepublish.
Sudirman. (2020). Kesenjangan Digital di Indonesia. Jakarta: Kompas.
Sugiharto. (2020). Pembangunan Desa Digital. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sugiyono. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R & D, 2020.
Tim Bina UMKM. (2022). Keuangan Digital untuk UMKM. Yogyakarta: Deepublish.
Tim FPPUKS BI Sumut. (2021). Mengantar UMKM ke Gerbang Kejayaan. Medan: Bank Indonesia.
Tim Penyusun. (2020). UMKM Digital. Jakarta: Gramedia.
Utami, Novia. “Adopsi Pembayaran Digital Melalui Qris Dan Dampaknya Di Daerah Istimewa Yogyakarta” 17, no. 1 (2025): 1–13.
Warmi, A., dkk. (2021). Literasi Keuangan untuk Siswa & Umum. Jakarta: RCIPress.
Wijoyo, H. (2021). Digitalisasi UMKM untuk Daya Saing. Bandung: Andi.
Witanti Putri Anggreani, Christian Wiradendi Wolor, and Marsofiyati Marsofiyati. “Analisis Penerapan Sistem Pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Pada Kantin Baru Universitas Negeri Jakarta.” SANTRI : Jurnal Ekonomi Dan Keuangan Islam 1, no. 5 (2023): 58–71. https://doi.org/10.61132/santri.v1i5.44.